Kebutuhan terhadap subkontraktor seringkali terjadi apabila ada suatu pekerjaan yang di luar bidang keahlian pihak kontraktor utama sehingga sumber daya yang dimiliki menjadi terbatas. Dalam beberapa situasi, menggunakan subkontraktor merupakan cara tepat untuk membagi bidang pengerjaan. Hal ini dikarenakan dalam proyek konstruksi tertentu terdapat suatu area jobdesk yang membutuhkan seorang ahli dan betul-betul berpengalaman. Adanya kontraktor umum memang diutamakan untuk mengelola kegiatan serta kinerja antara subkontraktor secara menyeluruh. Setiap perusahaan tentu memiliki metode yang tidaklah sama dalam melakukan evaluasi dan menentukan subkontraktor. Sebab, prosesnya bergantung pada kinerja masa lampau, sistem keuangan serta faktor lain yang tak kalah penting. 

Dalam ulasan kali ini, kami akan membagikan sejumlah ide seputar indikator kinerja subkontraktor. Adapun, kami juga memberikan beberapa pertanyaan yang harus anda jawab yang akan mempermudah dalam menentukan subkontraktor yang proporsional terhadap proyek konstruksi anda. 

Dapatkah Subkontraktor Memiliki Kinerja yang Lebih Baik Daripada Crew Milik Anda Sendiri? 

Apabila anda telah menemukan jawaban dalam pertanyaan tersebut, tentu anda akan lebih mudah dalam mengikuti jalannya penentuan pihak subkontraktor. Sebelum menghubungi pihak subkontraktor, memang ada baiknya anda memahami terlebih dahulu ruang lingkup serta persyaratan proyek. Kebutuhan terhadap subkontraktor hanya diperlukan apabila terdapat pekerjaan yang berada di luar bidang keahlian anda. Adapun, saat sumber daya yang anda miliki untuk proyek berbeda dalam konstruksi tertentu. Dengan kata lain, anda memberikan batasan terhadap jobdesk pelaksanaan pekerjaan yang memanfaatkan sumberdaya internal. 

Seberapa Besar Proyek Anda Untuk Pihak Subkontraktor yang Akan Anda Gunakan? 

Pihak kontraktor umum perlu menentukan ukuran ruang lingkup yang akan dikerjakan pihak subkontraktor sebelum memulai proses kualifikasi. Hal lain yang tak kalah penting adalah menentukan pula sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut. Apabila bagian pertanyaan ini bisa anda jawab sebaik mungkin, tentu ikatan yang tepat serta perlindungan asuransi bagi anda dan pihak subkontraktor dapat dimaksimalkan. 

Apabila bidang kerja subkontraktor terlalu luas, maka anda hanya perlu memutuskan satu dari dua hal yang harus anda pilih. Pertama, anda memecah proyek menjadi komponen yang lebih kecil. Kedua, menganalisa Apakah hal tersebut merupakan proyek yang proporsional untuk organisasi konstruksi anda. 

Apabila anda memutuskan pernyataan kedua, yakni telah menentukan bahwa proyek tersebut sangat cocok bagi organisasi konstruksi anda, selanjutnya Anda beralih pada cara memilih atau mengkualifikasi pihak subkontraktor yang tepat. 

Beberapa Indikator Kualifikasi Penentuan Pihak Subkontraktor yang Perlu Diperhatikan 

Berikut ini beberapa bidang-bidang yang perlu dievaluasi oleh pihak kontraktor, diantaranya: 

  • Keuangan 
  • Keamanan 
  • Peralatan 
  • Penetapan staf / organigram 
  • Proyek pembanding 
  • Proyek sebelumnya 
  • Biaya proyek dan ketentuan pembayaran 
  • Surat rekomendasi atau referensi 
  • Rencana dan jadwal proyek 

Faktor-faktor di atas harus Anda pertimbangkan sehingga skor total yang dihasilkan dapat anda gunakan dalam menentukan pilihan. Aspek terpenting dalam melindungi bisnis konstruksi Anda adalah menggunakan pihak subkontraktor yang kuat dari segi finansial. Memang sebagian besar perusahaan tidak bersedia untuk mengungkapkan info keuangan yang mereka punya, namun terdapat sejumlah informasi yang bisa anda amati seperti kemampuan mengikat serta surat-surat lembaga keuangan yang menjadi representasi terhadap stabilitas keuangan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *